Insan Picisan

Berdikari aku dibawah takdir. Bertekuk lutut tanpa tepis. Menjembarkan hati, meluaskan pikir. Berterimakasih juga meringkih. Ampunkanlah aku.. Jadilah aku. Sepagi ini. Membaja. Seperti tiang ini. Tetap tegak, menjulang.. Menopang kibaran. Asa diujung mata. Dibawah harapan. Insan picisan. Jadilah, intan berlian. M. Nahrowi, Bogor 18 Agustus 2018

Iklan

Lari Kecil.

Berlari-lari kecil aku, disudut matamu. Terjatuh terbenam dalam diam. Menggigil sekujur pikirku. Bertanya tentang sebuah kisah. Adam dan Hawa yang telah lama berpisah. Bertemu dibukit Jabal Rahmah. Tempat perjamuan ribuan malaikat, makhluk. yang melantunkan doa, dalam diam, dalam malam, dalam hening, Dalam dinginnya. Ramainya kota Arafah. Tunjukilah aku jalan yang lurus. CGK. 15 Agustus 2018

Seperti Bendera

Kupeluk engkau, didalam sanubari. berkibar tanpa henti bersemayam dalam pikir diri. . . tatapan matamu memberikan arti. harus berani dan mengibarkan mimpi setinggi mungkin. senyum dihatimu melahirkan puisi. cinta itu suci, kaulah tempat terbaik untuk berpulang dalam perjuangan. layaknya ibu pertiwi. menenangkanku yang sedang gundah. . . seperti bendera, butuh perjuangan. . seperti bendera yang … Lanjutkan membaca Seperti Bendera