Titik-Titik Mega.

diantara titik-titik mega aku merangkai. menyambung satu demi satu. melalui sebuah nada. dari bilik jendela, celah terbuka. kulihat rintik hujan menyapa. kucoba sapa. dia tak menjawab, dan dia pergi. datang lagi, bertanya tentang bait demi bait. makna demi makna, dari waktu yang hilang. yang aku tuliskan. tidurku terusik, dalam mimpi sepucuk surat datang. aku terbangun. … Lanjutkan membaca Titik-Titik Mega.

Iklan

Dalam Lamunanku.

Dalam lamunanku aku berjalan cepat, waktupun tak bisa menyusulku, karena aku bersembunyi, diantara detik dan detaknya waktu. jika semua waktu itu sama, kenapa semua berbeda? ada yang dikejar dan berjalan cepat, ada yang berjalan pelan, sembari menikmatinya. ada juga yang tahu-tahu, dia sudah banyak kehilangan waktunya. Aku? kucoba untuk berteman dengan waktu, agar bisa beriringan, … Lanjutkan membaca Dalam Lamunanku.

Cintailah CINTA.

Aku pernah kehilangan cara untuk menyibukkan diriku dari rindu. Yg setiap detik mampu membunuhku perlahan.. Waktu dan dinding kamarku membisu. Jarumnya berguguran satu demi satu, Tajam..dan lancip. . Kau pernah tertusuknya? Semua orang pernah.. . Mata takkan mampu melihatnya, mereka ada diantara maya dan rasa. Mengepung... Aku pernah terkepungnya.. . Kucoba, kutanya, dari mana kau … Lanjutkan membaca Cintailah CINTA.

Jangan berhenti membaca, meskipun kita tak pernah sampai pada pemahaman kita, tak pernah tahu kapan kita bisa jadi orang pandai seperti orang-orang pandai disana..

Aku ingin berhenti membaca, aku ingin berhenti belajar. Karena hanya kebodohan yang kudapat. Karena semakin aku belajar, semakin banyak hal yg tidak aku ketahui. Namun ketika aku hendak berhenti membaca, aku malu dengan mereka yang terus membaca, meskipun mereka juga tidak tahu kapan mereka akan sampai pada sebuah pemahaman, kepandaian dan kebenaran. Akhirnya, kuputuskan untuk; … Lanjutkan membaca Jangan berhenti membaca, meskipun kita tak pernah sampai pada pemahaman kita, tak pernah tahu kapan kita bisa jadi orang pandai seperti orang-orang pandai disana..

Cermin Terbaik.

Sama halnya kau bercermin pada kaca mobil yang berjalan. Kau takkan bisa melihat wajahmu dengan sempurna.. Sama halnya ketika kau, betaya kepada setiap manusia.. Apakah kita ini baik apa tidak? Tentu, kau akan berlarian. Kesana kemari. Ketika hamba kita manusia.. Yang hatinya berbeda beda. Melihat kita yang tak mungkin sempurna. Lebih baik, kau berteman dgn … Lanjutkan membaca Cermin Terbaik.