Aku Ingin terus belajar dan menulis.

Terus belajar, terus belajar, terus membaca, terus mencatat, jangan berhenti, jangan lelah, terus menulis, terus menulis, menulis lagi, dimana saja, dimana mana, kapan saja, sampai tulisan-tulisan itu berubah menjadi sebuah buku. . . Sampai tulisan itu ada dimana-mana, dijalanan, didinding kamar hingga suatu saat kau baca tulisanku, Kau simpan coretan-coretan ini, catatan ini, ditumpukan... dirak … Lanjutkan membaca Aku Ingin terus belajar dan menulis.

Iklan

Prosa : Belajar dari Kanak-kanak.

Prosa : Belajar dari Kanak-kanak. Belajar dari seorang kanak-kanak, yang berani untuk bermimpi, bertanya, belajar banyak hal tanpa malu. Belajar berjalan, jatuh, menangis lalu bangun lagi. Belajarlah dari seorang kanak-kanak. Yang mudah memaafkan, mereka selalu bahagia karena tak pernah menyimpan amarah. Merekalah para pemaaf. Jadilah seperti kanak-kanak, manusia paling berani ketika menghadapi apapun, tak punya … Lanjutkan membaca Prosa : Belajar dari Kanak-kanak.

Prosa : Jangan Berhenti, Berbagi Harapan.

Prosa : Jangan berhenti, Mencari semangat dari puing-puing asa dijalanan yang menguap. Mencari rindu dari orang orang yang terluka. Mencari cara untuk hidup dan makan hari ini. Mencari mimpi yang hilang dari nyanyian riang gadis kecil ibukota. Mencari iman dari para pejalan tanpa atap. Yang masih percaya, Tuhan adalah satu-satunya tempat terbaik yang mereka miliki. … Lanjutkan membaca Prosa : Jangan Berhenti, Berbagi Harapan.

Jatuh Berkali-Kali.

Aku jatuh cinta berkali kali dengan tatapan matamu yang teduh. Aku, katakan aku gagal. Mencari cara lain untuk berlari tanpa mengingatmu sehari. Kau ajari aku tersenyum, Kau ajari aku bersyukur. Aku ajari aku, utuh kembali. Hey, kamu gadis berkacamata. Di stasiun kereta. 25 juni 2018

Cuplikan Puisi “Senja dibeda Kota”

Hi senja, assalamualaikum. Aku ingin menyapamu sore ini, sebelum kamu tertidur kembali. Kamu itu indah, namun kenapa hanya sejenak? Kamu mengajari aku sesuatu. Bahwa keindahan itu sementara, semua juga akan berlalu. Kecuali satu hal, yaitu namamu. Kau yang selalu ditunggu, diingat dipenjuru waktu. Lihat saja, beberapa bulan lagi. Kau akan jadi perbincangan dan penantian banyak … Lanjutkan membaca Cuplikan Puisi “Senja dibeda Kota”