Rezeki itu sudah ada bagiannya.

Renungan malam, sepertinya kelelahan seharian dari kantor, bukan seperti sedang bekerja.

Karena datang juga untuk membaca buku, membuat hal-hal menyenangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat, minimal untuk semua orang kantor. Jam sibuk telah terlewati, begitu juga target yg semakin hari sudah semakin terlampaui. Tinggal mau gimana, mau punya goals lagi atau sudahi.

Rasa capek muncul bukan karena lelahnya bekerja, tapi lelah berpikir apa lagi yang perlu dilakukan untuk mencapai sesuatu yg lebih baik lagi, akhirnya kitapun kelelahan dan lupa, bahwa sekecil apapun hari ini perlu kita syukuri.

Alhasil rasa laparpun berkumandang, melipirlah ketempat makan favorit yaitu ayam goreng istimewa namanya agt, karya rumahan yg brandnya dibuat sendiri, enak sekali..

Namun sayang, tempatnya tutup. Akhirnya berjalan pulang karena rasa lapar ini terus berteriak, terlihat sebuah gerobak bakso bertuliskan arema, wah pasti ini bakso malang kataku..

Yaudah, akhirnya pesenlah bakso itu dan mencoba menikmati jeda malam ini..

Dan..

Akupun berpikir, dari sekian banyak warung, aku memutuskan kesini, makan bakso dipinggir jalan, aku pikir bapaknya hanya duduk saja dipinggir jalan, diapun g berharap baksonya laku atau tidak, diapun tidak berpikir tentang promosi, strategi ini dan itu.

Dia punya gerobak, bakso dan dia pajang disitu, belilah aku disitu.

Pertanyaan saya, apakah dia pernah khawatir jika hari ini dagangannya tidak laku?

Aku rasa pernah juga, hanya saja dia lebih percaya, bahwa pasti ada yang beli..secara tidak langsung bapaknya mengajarkan saya tentang sebuah hal dalam usaha, yaitu: ada sikap pasrah, ihtiar dan bersyukur..

Tugas dia hanya membuat bakso, lalu memajangnya setiap malam, terlepas laku atau tidaknya dia tidak berpikir yg terpenting usaha dan hasilnya Allah yang memberi, termasuk kedatanganku untuk beli bakso yg harganya Rp 10.000 itu, tidak lama kemudian ada orang yg membeli bakso lagi, tambah lagi..syukurlah.

Dan dari semua itu, bapaknya mengajarkan untuk merenung sejenak, bahwa Rezeki sudah dibagi sesuai porsinya dan tidak akan tertukar, dan jangan lupa bersyukur.

Alhamdulillah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s