Mau Jadi Entrepreneur? Mentalnya Sudah siap belum?

Bicara mengenai entrepreneurship, kelihatannya sangat enak, keren dan punya sudut pandang sendiri bukan? kata siapa?

Mungkin saya punya cerita lain untuk hal yang satu ini, menjadi seorang entrepreneur yang saya paham dan saya temui adalah seorang yang : penggila proses, sabar, tekun, yakin selalu mencoba, terus belajar dan pantang menyerah dan ketika gagal berusaha untuk bangkit dan menyemangati diri.

Mungkin, itu hanya sebagian. pada kenyataanya, menjadi seorang entrepreneur dari 0 adalah pilihan orang-orang yang petarung mimpi, tidak semudah membalikkan telapak tangan, bukan berarti mengecilkan impian atau juga pesimis dengan keadaan. Dalam bidang apapun, semangat dan keyakinan untuk terus berusaha adalah modalnya, sampai detik inipun, saya bersyukur karena mendapatkan banyak pelajaran kehidupan mengenai Entrepreneurship, yang nyatanya itu masih sangat kecil sekali.

Saya bekerja disebuah peusahaan, sudah cukup lama setidaknya sebagian proses bisnis dan semua alurnya sudah paham, tahu bagaimana perusahaan tersebut beroperasi. dan sekarang saatnya saya sebagai seorang yang turut menjual bagaimana perusahaan tersebut bisa lebih maju, terutama penjualan karena perusahaan manapun ujungnya juga revenue.

Nyatanya, memang jika kita memiliki mindset sebagai seorang karyawan sejati, tentunya kita akan merasa aman-aman saja ketika menunggu gajian setiap bulan tanpa harus berpikir panjang, yang penting saya kerja yang terbaik dapat gaji sudah begitu saja.

Namun, berbeda yang saya alami. posisi saat ini memaksa saya berpikir kerasa bagaimana perusahaan ini bisa berkembang, maju dan bagaimana bisa untung. secara tidak langsung saya sadar, saya merasakan bagaimana entrepreneur bekerja.

Dia bekerja dengan sebuah ketidakpastian, mencari jalan keluar, terus belajar, terus mencoba, sampai apa yang dia cari ketemu. mungkin ini yang dirasakan, sulit untuk tidur karena melihat laporan berapa penjualan, kenapa penjualan bisa seperti ini dan bagaimana agar penjualan bisa naik, upaya apa yang dilakukan, sampai berfikir bagaimana organisasi bisa tumbuh berkembang dan sejahtera untuk semua karyawan atau team.

itu bukan hal yang sederhana, ini bukan tentang bisnis semata, tapi tentang diri kita memiliki tanggungjawab moral dan kemanusiaan yang lebih, sehingga beban terasa lebih berat.. sangat berbeda ketika kita hanya menunggu bulan gajian tiba, semua nampak senang dan tanpa beban.

Sedangkan sekarang adalah, bagaimana agar perusahaan lebih baik, apa yang harus dilakukan team, karena faktanya sebuah aktifitas organisasi itu menggunakan biaya dan biaya tersebut tentu tidak boleh dihabiskan percuma. artinya, tidak ada anggota team yang melakukan pekerjaan yang sia-sia.

Anggota team harus melakukan aktifitas yang mendukung organisasi/perusahaan agar mendapatkan revenue/profit lebih baik setiap bulannya? nah, bagaimana caranya, tentunya itu yang selalu dipikirkan, bagaimana setiap hari, setiap aktifitas itu mendorong untuk mendapatkan suatu proses yang mengarah ke arah yang lebih baik.

Selain itu, belum lagi masalah cash flow, biaya lain-lain dan juga karyawan yang minta kenaikan gaji, bagaimana mungkin karyawan naik gaji sedangkan profit perusahaan saja belum naik? nah, disini ada penanggulangan juga, bahwa bagaimana sebaiknya manajemen mengatasi kasus seperti ini.

Sedangkan kita tahu, banyak yang ketika ditanya,, saya ingin punya perusahaan, saya ingin jadi pengusaha? yang jadi pertanyaan, pengusaha yang seperti apa?/

Apakah jualan itu sudah bisa disebut pengusaha? ya mungkin bisa saja, namun yang saya tahu. pengusaha yang beneran adalah mereka yang mendedikasikan dirinya untuk bekerja untuk kehidupan orang lain, artinya apa? membuka lapangan pekerjaan dan juga pastinya memiliki perusahaan dalam bentuk hukum yang sah dan beroperasi dengan gaji tetap setiap bulannya.

Pertanyaanya lagi? bagaimana kita bisa memastikan bahwa kita setiap bulan mendapatkan penghasilan perusahaan yang tetap? (untuk menggaji karyawan)

Nah, itulah rahasis bisnis yang terus dipelajari oleh para pemilik perusahaan yang biasa kita sebut Entrepreneur.

Semangat, jangan berhenti belajar, terus berbuat baik be a Entrepreneur yang memiliki mental tangguh dan tahan banting!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s