Kampus itu.

Kampus itu, sudah berapa lama aku tak kesitu lagi. kuhitung sudah cukuplah hampir 2 tahun yang lalu. dulu aku ingin masuk kampus itu, namun apa daya waktu itu hanya jadi mimpi yang tidak dilanjutkan lagi. aku sempat kecewa berat karena tidak bisa masuk situ, karena dari dulu itulah kampus favoritku.

Namun, aku yakin tidak ada yang salah dengan ketentuan. pasti semua itu ada hikmah dan hal lain yang memang itu bukan yang terbaik, belajar menerima dan ikhlas selalu terus disuarakan setiap malam. sudah tentu kecewa, karena namanya juga kampus impian waktu dulu, tidak boleh terus kecewa akhirnya ambil kampus lain yang bisa aku tempuh untuk mencari ilmu, aku belajar banyak hal waktu itu. tidak boleh terlalu terpaku pada satu sisi, jika gagal ya sudah coba lagi dilain kesempatan.

Entah kenapa, kampus itu sekarang menjadi nostalgik sekali dalam pikiran, ketika melewati kampus itu, ketika menyebut itu dan ketika ada wisuda mahasiswanya yang baru-baru ini telah dilakukan.

Ada sedih, ada kesal, ada pelajaran yang berharga dan tentunya ada hal yang tidak bisa dilupakan dari serangkaian peristiwa itu. aku suka dengan warnanya, aku suka dengan perpustakaannya, aku suka dengan orang-orangnya, pemikirannya, keberaniaanya dan bagaimana mereka mengenalkan dirinya sendiri. mereka orang-orang positif yang optimis, mereka orang-orang yang tidak takut untuk berpendapat, mereka orang-orang yang bebas dari rasa takut, mereka gerombolan perubahan!

Tapi, mungkin waktu itu hanya bisa mengagumi belum bisa menjadi, dalam benak ingin terus belajar dari hal yang lalu tentunya belajar tidak harus ditempat yang sama, belajar bisa darimana saja.

Dari situlah muncul sebuah motivasi diri seperti ini,

Jika semua ilmu didunia ini sama sumbernya, bukankah kita bisa belajar dari siapa saja dan dari buku apa saja? selama kita mau terus belajar dan berusaha, bukankah tidak mungkin kita tidak bisa menjadi orang yang bermanfaat? (Tidak harus dari kampus mereka saja)?

Dari situ, niat belajar, terus mencoba, datang ketempat-tempat ilmu pengetahuan, mencari sumber-sumber pengetahuan sampai bertemu dengan orang-orang yang membawa perubahan hanya untuk mendapatkan ilmu “Bagaimana mereka bisa seperti itu, bagaimana proses hidupnya dulu, dan bagaimana mereka menghadapi masa-masa sulit dulu hingga sampai bisa seperti sekarang ini” (yang banyak orang katakan berhasil)

Aku yakin betul, semua yang kita sebut berhasil sekarang tidak asal jadi, tidak berproses, tidak dididik dari hal yang mengecewakan dimasa lalunya. ini seperti tipuan media, bahwa sebenarnya proses yang pahit itu memacu diri untuk terus berusaha menjadi seseorang yang lebih baik.

Hanya saja, terkadang saya kurang setuju dengan media yang hanya menceritakan keadaan yang sudah berhasil saja. mereka akan memberikan mindset terhadap masyarakat bahwa orang berhasil itu enak dan enak, tanpa tahu bagaimana proses dibalik itu semua.

Padahal jauh dari pada itu, keberhasilan apapun pastilah diraih dengan ketekunan dan proses yang tidak instan.

Stay Foolish, Stay Hungry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s