Kerja diperusahaan besar atau diperusahaan kecil?

Aku ingin berbagai sebuah cerita mungkin fakta atau lebih tepatnya catatan untuk diri. semoga berharap bisa saling berbagi informasi dengan yang aku tulis ini.

Banyak orang bertanya, tidak hanya satu, tidak hanya saya bahkan teman-teman saya waktu kuliah dan sekarangpun juga masih sama bertanya. bahkan enak kerja diperusahaan besar atau perusahaan kecil?

Mungkin aku punya cerita disitu,

Kerja diperusahaan kecil, ya.. aku ada diperusahaan saat ini tepat tahun 2015 sudah 3 tahun saya berada disini. apa yang saya dapatkan? saya ingin sediki menceritakan apa yang telah saya lalui.

Pada mulanya saya mulai masuk diperusahaan sebagai seorang yang membantu sebagai admin website pada perusahaan, jangkauan saya cukup sedikit karena saya kuliah jurusan computer engineering dengan bahasa elektro dan bahasa assembly. sedangkan diperusahaan membutuhkan admin website yang orientasinya pada penjualan. saya banyak belajar dari situ.

aku selalu bertanya setiap hari tentang apa yang aku alami waktu itu, apakah ilmu yang selama ini saya cari hanya berujung disini? sedang aku tahu, saya banyak belajar matematika dan semua algoritma yang memusingkan waktu kuliah itu. lalu saya bertanya? apakah pendidikannya memang seperti itu?

sampai suatu ketika saya bertanya dan kesal dengan diri saya sendiri, jika saya akan memilih website sebagai karier saya didunia kerja, kenapa tidak sejak waktu kuliah saya belajar dan fokus diwebsite saja? kenapa harus belajar banyak hal yang nyatanya itu tidak digunakan dalam dunia kerja atau mungkin (belum).

Semua telah berlalu..

Setiap hari adalah pelajaran baru untuk saya waktu itu, saya juga baru pertama kali kerja diperusahaan, terlebih lagi tidak ada hal yang mengajari saya untuk tahu bagaimana caranya ini dan itu, semua harus dicari sendiri dengan internet.

sampai suatu ketika, beberapa mengundurkan diri dari perusahaan, sampai beberapa posisi diduplikasi oleh saya. (kerja dobel)

terkadang saya sebagai web admin, terkadang saya harus merapikan dokumentasi administrasi website, terkadang saya harus mengurusi server, sampai semua hal itu familiar dengan saya, dan saya selalu bertanya lagi.

Kenapa saya tidak bisa seperti mereka yang bisa hanya fokus pada satu saja? namun saya tidak boleh mengeluh waktu itu, ya saya anggap ini adalah pelajaran yang berarti untuk diri saya suatu saat kelak.

bulan demi bulan aku lalui sebagai seorang yang baru dalam hal website, sampai suatu ketika perusahaan meminta saya untuk membuat website baru. sedang saya bermodal tutorial dan beberapa project yang telah saya kerjakan dulu, setidaknya saya bisa.

Aku ingin menceritakan kondisi perusahaan dulu (tidak ada sosial media, belum ada dicari diinternet, sampai websitenyapun tidak pernah diupdate). meskipun saya  belum terlalu tahu tentang website namun saya bertanya-tanya, banyak hal yang harus dimaksimalkan dan dioptimasi waktu itu. namun saya sendiri waktu itu, saya bertanya kesana kemari, bertanya pada teman-teman yang lebih tahu.

Sampai suatu banyak hal yang aku tahu dari bertanya itu… aku catat semua pertanyaan dan jawaban untuk aku pelajari satu persatu.

ada satu hal yang membuat sempat sedih juga, ketika saya mengusulkan bahwa kenapa ini belum ada sosial media, belum ada di google, dan belum ini dan itu. semua dikembalikan kepada saya. yang intinya ya saya yang harus membuatnya.

Ada sedikit pertentangan waktu itu, namun karena saya juga masih belajar. baiklah saya akan lakukan itu, dan ternyata benar saya menemukan suatu kata-kata yang saya pegang sampai saat ini ketika saya dalam kondisi itu.

Jika kamu ingin melihat sebuah perubahan, maka jadilah perubahan itu sendiri.

saya tulis itu dan ingat baik-baik, saya harus terus berusaha lagi, lebih baik dan lebih baik lagi. saya belajar lagi dan terus belajar lagi.

Sampai suatu ketika, aku menemukan hal yang ini harus saya lakukan bukan untuk perusahaan namun untuk orang lain. aku selalu percaya jika saya hanya bekerja untuk uang dan perusahaan hidup saya tidak akan bahagia. namun ketika saya melihat bahwa perusahaan berdiri untuk kebutuhan, dan kebutuhan itu adalah untuk orang lain saya memiliki mindset lain yang saya bangun yaitu.

Apapun nantinya, perusahaan apapun niatnya adalah membantu orang lain, jika dibidang kesehatan ya membantu dalam hal kesehatan, jika dalam hal media ya membantu orang lain, menginspirasi melalui media itu sendiri. bukankah itu seharusnya..

sehingga dalam benak saya berfikir, jika kita berniat untuk membantu orang lain maka kita tidak akan pernah kehilangan semangat. berbeda jika kita bersemangat atau memotivasi diri kita dengan alasan, gaji, uang dan lainnya.

Sampai suatu ketika aku berkata pada diri sendiri bahwa, kenapa pekerjaan saya serumit itu? bukankah harusnya saya hanya bekerja sebagai web admin saja? jika itu konteksnya bekerja.

Namun tidak untuk sekarang, saya mulai tidak memikirkan sebagai web admin lagi, tapi saya berfikir tentang bagaimana website ini bisa membuat suatu penghasilan untuk perusahaan, karena yang saya bisa lakukan sebagai tanggungjawab saya adalah itu.

jika saya tidak bekerja dengan baik, maka perusahaan tidak mendapatkan pemasukan dan jika perusahan tidak mendapatkan pemasukan maka semuanya tidak akan sejahtera.

aku terus berfikir setiap malam, menghabiskan waktu untuk belajar dan bereksperimen, hingga akhirnya aku mengenal beberapa komunitas dan mencoba masuk ke mereka. akhirnya aku menemukan oksigen untuk sekolah baru, mencari ilmu untuk saya terapkan diperusahaan tempatku bekekerja.

Gagal itu pasti pernah terjadi, tapi saya belajar lagi dan lagi, sampai semua pertanyaan itu terjawab.

Aku berpikir, haruskah aku melakukan seperti ini disaat teman-temanku sewaktu kuliah satu demi satu sudah menjalani hidup dengan keluarganya masing-masing? tapi, jika aku ikut mengeluhkan keadaaan sama saja aku tidak bersyukur, biarkanlah saya melakukan yang terbaik, sabar dan yakin bahwa Tuhan menempatkan saya disini bukan karena kebetulan namun karena ada rencana indah dibaliknya.

Lalu pikiran itu bertanya lagi, apakah benar? semua pertanyaan itu malah membebani saya, yang saya harus lakukan bukan itu tapi harus berusaha lebih baik lagi.

Terkadang ada rasa melihat orang lain kehidupannya lebih enak, ketika dia sudah bekerja dia merasa sudah final hidupnya sudah enak, tidak sepertiku kerja malahan bukan akhir dari perjalanan, tapi malah awal dari proses pembelajaran baru yang lebih sulit.

sampai aku bertanya pada ibuku, doa apa yang ibu lantunkan padaku setiap malam? dan dia menjawab, dia berdoa semoga aku bisa jadi orang yang bermanfaat untuk orang banyak terlebih lagi jika kamu kelak, siapa tahu bisa jadi pengusaha dengan bisnis dan mandiri dengan usahamu sendiri…

hmm…. aku sadar, mungkin itu. pantas saja dari berbagai buku proses ini adalah sebuah proses become a Entrepreneur. bukan proses become a Employee.

Proses ini adalah proses bagaimana menjadi sesesorang yang berarti kelak, karena proses ini tidak biasa dan memang dididik untuk jadi sesuatu yang luar biasa.

Jika tidak, kenapa semua hal itu begitu penuh tantangan, perjuangan dan doa? Satu hal yang terus diyakini adalah….

Tuhan itu baik… 🙂

Bersambung…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s