PROSES itu WAJIB, sebaik-baik proses adalah terus memantaskan diri.

Semalam saya berbicang melalui pesan singkat dari salah seorang rekan yang dulu pernah satu atap selama dibogor. kolega sejalan yang pernah ada dimana-mana ketika kita mengikuti berbagai ajang kompetisi itu.

Semangatnya terkadang membuat saya ingin juga memetik darinya, karena dia sosok orang yang memiliki ambisi yang tinggi dan tanpa henti. wajar saja, kita saling menginspirasi satu sama lain. ketika kita dalam kondisi sulit atau butuh sharing ya kita sharing sama-sama apa yang kita miliki.

Sampai akhirnya kita memutuskan untuk bekerja sendiri-sendiri, karena lokasinya berjauhan dan juga jarang komunikasi.

Akhirnya semalam baru bisa menghubungi, itupun juga sebentar karena aku yakin kita sudah sibuk dengan urusan masing-masing, dengan banyak chat yang masuk yang memang harus dibalas.  tentang kerja, tentang kampus, komunitas, saudara, dan semua hal yang menyita waktu kita. (ternyata banyak sosial media juga tidak bagus hihihi) mending pakai nomor handphone saja ya.

Aku sadar. Harusnya tidak seperti itu, karena diperantauan kita sebenernya membutuhkan teman yang selalu ada, teman yang bisa menyemangati kita satu sama lainnya. aku sangat berterimakasih, sayangnya aku belum bisa membalasnya satu persatu rasa terimakasih yang banyak itu. untuk itulah aku menulisnya, aku ingin menulis semua orang yang sangat berarti itu. karena melalui tulisan mereka bisa membacanya setiap waktu, ketika mereka rindu, mereka tinggal datang dan membacanya disini. catatanku]

Nah, kami setelah sekian lama tak bertemu rasanya juga kangen dengan rasa itu, kangen duduk bareng dan juga bicara tentang bagaimana kedai kopi itu dibangun dan cerita yang menghiasinya.

Ah… jamuan makan dan masakan padang itu membuatku ingin pergi ketempat itu. sayangnya meskipun aku kesana sekalipun, mereka tidak ada.

Hmm… sepertinya memang perlu diadakan halal bi halal bareng ini, yaa… maafkanlah saya yang masih belum bisa kesana untuk membuat itu, karena tumpukan ini masih harus aku selesaikan. sebentar lagi… sebentar lagi. sabar ya..

PROSES itu WAJIB, sebaik-baik proses adalah terus memantaskan diri.

Sepertinya prolognya kepanjangan ya, hehehe maklum soalnya baru bisa nulis lagi siang ini dikantor lagi. dari perbincangan kita semalam, kita mencoba membuka mimpi-mimpi kita waktu dulu satu persatu. lalu mencoba menanyakan, apakah itu bisa dijalankan, namun seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa untuk menjadikan mimpi menjadi hal yang nyata itu butuh “PROSES

Semuanya, hal apapun butuh proses, tidak ada yang instan dan lahir begitu saja.

Kita melihat orang itu langsung enak kehidupannya, kita bisa tanyakan hal apa saja yang telah mereka lalui sampai mereka bisa seperti itu, berapa banyak mereka gagal, berapa lama mereka belajar, berapa kali mereka terus mencoba itu semua dan berapa kali dia mengalami hal yang disebut “Apakah aku meneruskan ini atau aku berhenti?

Aku yakin, mereka semua pernah mengalami hal itu dan mereka semua yang telah berhasil dan bisa kita lihat itu memutuskan untuk “AKU MELANJUTKANNYA!”

Banyak orang gagal pada perjalanan ketika dia hendak pergi kesuatu tujuan, bahkan ketika mereka sudah membuat plan dengan baik dengan visi dan konsep yang matang namun gagal juga.

Mereka tidak gagal, tapi mereka berhenti dan berbalik arah padahal belum tentu gagal jika dia melanjutkan itu. kegagalan adalah ketika kita memutuskan untuk berhenti sehingga ibarat kita dalam perjalanan pergi dari kota Jakarta ke Bogor apa satu-satunya yang menyebut bahwa dia gagal diperjalanan menuju kesana selain “DIA BERHENTI BERJALAN”.

Untuk pergi dari kota A ke kota B mereka hanya butuh terus berjalan, bisa menggunakan banyak cara, bisa naik mobil, naik kereta, naik sepeda, sepeda motor dan lainnya. hanya saja cara tercepat dan teraman yang tentunya kita pilih disitulah unsur edukasi turut mempengaruhi.

Jadi, hal yang mempengaruhi kegagalan seseorang adalah : DIA BERHENTI.

Sedangkan untuk berhasil, mereka hanya perlu terus berjalan dan tidak berhenti sebelum sampai tujuan, dalam artian tidak berhenti untuk mencapai tujuan, lelah itu pasti namun yang membuat kita sampai adalah kita tidak berbalik arah terhadap tujuan kita tadi. (insya allah)

Karena manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, selebihnya adalah Allah yang memberikan keputusan terbaik bukan 🙂 semoga apapun mimpi dan cita-cita kita yang sedang kita tuju tidak memberatkan kita, namun malah sebaliknya kita banyak berdoa kepada Allah agar dimampukan oleh Allah untuk hal yang kita tuju  tersebut, selama itu baik dan bermanfaat. Amin

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s