Cerpen #2. Telur Dadar

Lanjutan cerita tadi siang,
Sudah selesai magrib, udah gelap semua juga sudah pada pulang.

Hati masih memikirkan telor dadar tadi siang yang melayang.
Akhirnya belajar untuk ikhlas, sabar menerima kenyataan. .
Yakin, bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik. .
Menggantikan telor dadarku tadi siang. .
.
Dengan sedikit lesu karena lapar, aku berjalan santai ke warteg tadi siang, aku pikir pasti makanan sudah habis pasti jam segini. .
.
Sesampainya disana, aku terkejut !
.
.
Dan ternyata,
Alhamdulillah… .
.
Ada telor dadar !!! .
.
tinggal satu dan itu khusus buatku.
Langsung saja, telor dadar buk ! tambah ini, tambah ini, sama ini. Lauknya lebih banyak dari tadi siang karena lapar.
Oh iya, lupa nasinya belum buk.. .
.
Singkat cerita, aku tanya berapa buk? Segini aja deh, udah mau tutup soalnya. Laaah. Lebih murah. Kataku. .
.
Akhirnya, telor dadarku, aku memakanmu malam ini. .
*Hikmahnya, ternyata Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk HambaNYA. 😊 yakin, sabar, ikhlas dan berprasangka baik. .
.
Insya Allah.. Selesai.
Edisi telor dadar.
@si.mbaaah
#anecdote #telurdadar #alhamdulillah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s