Catatan : Jangan Lupa Bersyukur…

Dalam sehari pastinya kita dihadapkan oleh beberapa hal, ada yang menyenangkan ada juga yang kurang menyenangkan.
bermacam-macam hal itulah yang secara tidak langsung mengikis kadang emosi kita.
sampai akhirnya diakhir waktu pada malam hari kita capek dan lelah.
baik pikiran, fisik ataupun hati.
pernah mendengarkan ceramah bahwa hati kita butuh dicas lagi ibarat handphone sudah low bat, dan butuh di carging lagi dengan nasehat agama untuk menambah iman.
.
.
Memang setiap orang kadang imannya berbeda-beda, yang aku temui kadang kita bisa merasakan tenang ketika kita tidak terbebani pikiran yang membuat kita sedih atau emosi, namun ketika kita terbebani hal yang membuat kita emosi, bisa dipastikan kita akan cepat drop, seperti baterai handphone yang terus dipakai bermain game.
.
.
Memang lebih baik berdiam diri dan tidak bertemu banyak orang jika ingin tidak mendapatkan kikisan emosi, apa maksutnya kikisan emosi,
ya karena sebenarnya yang membuat kita berpikir banyak adalah ketika kita berhubungan dengan orang banyak yang menyebabkan kita semakin banyak peluang berbuat dosa. entah itu tersinggung, entah itu karena perasangkan, yang tidak semua orang yang kita temui kita harapkan selalu baik dan selalu membuat kita menjadi tambah baik.

ya karena setiap orang punya kondisi beda-beda.

Jika kita bertemu dengan orang yang positif, maka kita akan tambah semangat, mereka memberikan semangat kita, memberikan dukungan kepada kita sampai memberikan hal yang membuat kita tambah lebih baik.
.
lalu, sedangkan orang yang sebaliknya bagaimana ? membuat kita berpikir negatif, membuat kita emosi, akhirnya kita jadi membuat suatu dosa baru ujungnya. dosa baru itulah yang menjadikan hati kita sedih dan gelap.
Sehingga jika kita terlalu banyak memikirkannya, hati dan pikiran kita jadi bersedih.
.
entahlah, apakah memang seperti itu. tapi yang jelas hal yang menyenangkan adalah ketika kita bersyukur atas segala kondisi yang kita alami saat ini, kita yang lebih tahu bagaimana kita menjalani hidup.
kita juga punya tanggungjawab kepada Allah untuk terus bersyukur, lalu bagaimana jika kita membebani hati kita untuk orang lain sampai kita lupa bersyukur untuk diri sendiri, apakah itu benar ?
Yakin saja, bahwa setiap yang terjadi adalah sebuah pelajaran, menjadi suatu hikmah yang menjadikan diri kita lebih baik,
lebih sabar, lebih kuat dan tentunya lebih pandai menilai sesuatu dari sebelumnya.
Karena semua yang terjadi juga atas izin Allah, siapa yang percaya bahwa semua kejadian adalah izin Allah maka dialah yang bertaqwa bukan ?
Perbanyak istigfar, sesekali tafakur, dan juga perbanyak bersyukur..
catatan diri untuk terus berbenah diri menjadi lebih baik. Amin Semoga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s