Bagaimana cara berbuat baik kepada Guru, Teman dimasa Lalu ?

Saya pribadi, kita pasti pernah punya teman masa kecil. waktu itu semua nampak menyenangkan, aku ingat betul ketika jam istirahat disebuah sekolah dasar didesaku semua teman-teman mengajakku untuk bermain sepak bola, jika tidak mereka mengajak untuk makan pentol bareng, es teh, krupuk pakai sambel atau apalah itu semua hal sederhana yang aku sukai tidak aku dapatkan sampai hari ini.

Yang jelas, semua hal itu membahagiakan.

Mereka sahabat yang baik dan tulus, aku pernah sakit demam atau apa waktu itu tepatnya kelas 4  SD. guruku seperti ibuku, dia mengerti aku, orang yang menyayangiku seperti anaknya sendiri aku masih ingat namanya guruku waktu itu adalah guru ibuku juga. berarti beliau adalah orang yang sangat sepuh sekarang ini.

Aku ingat betul, ketika pelajaran geografi aku siswa terpandai yang pulang duluan ketika ada pertanyaan dimana letak ibukota ini ?

Semua nampak semangat, pendidikan nampak begitu indah. masa kecilku, sampai suatu ketika aku jatuh sakit dan ingin pulang duluan, banyak teman-temanku yang ingin mengantarkanku pulang naik sepeda, ya aku dibonceng didepan dengan menggunakan sepeda federal temanku.

Aku masih ingat nama-nama mereka. teman sepermainanku ketika aku SD. tapi sekarang aku tidak tahu mereka dimana, terakhir aku tahu mereka tidak melanjutkan sekolah kejenjang lebih lanjut.

Aku mungkin salah satu yang beruntung, banyak peran orang tua mungkin yang jadi faktornya. aku melanjutkan kejenjang lebih lanjut sampai aku bisa menulis disini, menulis diatas blog yang aku bikin sendiri. mungkin bagiku ini biasa, tapi bagi sebagian temanku dimasa lalu aku nampak berbeda.

Ada hal yang membuat bersedih, sudah lama aku tak bertemu dengan mereka, aku seperti seseorang yang sok sibuk dengan hidupku yang masih dibangun ini. tapi realitanya, bagaimana aku bisa bertemu dengan mereka dan memberikan sesuatu sedangkan waktu kita sudah berbeda, ah aku mulai mencari-cari alasan lagi.

Sampai suatu ketika, aku hanya bisa melihat mereka melalui sosial media. dari sinilah bermula, ketika apa yang ada disosial media dia dan diriku sudah tidak sama, saat itulah kita mulai menjaga jarak, mungkin fokus kita sudah berbeda. tapi aku tetaplah sama hanya kelihatanya saja kataku.

Namun, ya tetaplah manusia.. akan melihat kita berbeda, yang satu foto dirumah, yang satunya foto dikota. padahal belum tentu enak dikota. semua hal itu serba saling melihat satu sama lainnya.

Hingga suatu ketika, ada pertanyaan ? pertemanan sudah berbeda ya, intensisitas juga sudah berbeda dan jarang, lalu bagaimana agar diwaktu sekarang ini bisa berbuat baik kepada guru yang dulu, kepada teman-teman dimasalalu ? bagaimana dengan waktu yang ada ini ?

Apa yang bisa dilakukan, apakah dengan mengirimkan mereka ucapan dan kado ? setidaknya, aku ingin memberikan pesan terimakasih, bahwa anda telah menjadi bagian dari kehidupan saya. harusnya itu dilakukan, bukannya diabaikan.

Bukankah seharusnya seperti itu manusia, tidak lupa dengan asal usulnya ?

Aku sering disalahkan disini, karena terlalu memikirkan orang lain yang belum tentu memikirkanmu. entahlah. aku hanya belajar menjadi orang yang baik dan menghargai masa lalu.

CGK, M. Nahrowi. 13 Juli 2018

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s