Menjaga Semangat.

Terasa cepat sekali waktu berlalu, dari kemarin saya membawa laptop dan ransel ini dari ujung kota keujung lagi, dari suatu tempat pindah lagi ketempat lain. singgah pada suatu tempat untuk membuka suatu program menutupnya lagi lalu pergi ketempat lainnya, mencari tempat dan bertemu dengan orang lain untuk menawarkan sesuatu yang bisa aku bantu dengan beberapa ilmu yang ada.

Ya, begitulah… namanya melayani orang lain, harus ramah harus baik harus diprioritaskan, tidak boleh tidak baik. sekalipun kondisi kita dalam kondisi tidak baik sekalipun, kusebut itu profesional.

Dari satu tempat, dari satu transportasi, dari kota dan dengan berbagai orang. terus berjalan. lelah ? capek ? pastinya..  kata orang ya harus sabar dalam mencoba dan terus berusaha, karena hasilnya akan ada dibelakang nantinya.

Bicara tentang semangat, sebenarnya modal utama dari semua hal untuk melakukan yang terbaik adalah “semangat”. hal itu juga yang saya pernah baca dan terinspirasi oleh suatu blog dan seseorang idola saya dibidang teknologi informasi yaitu bapak budi rahardjo.

Dengan semangat, ada satu dorongan atau motivasi yang kita coba terus lakukan. aku yakin setiap orang yang sedang dalam perjalanan dan perjuangan, mereka punya suatu alasan dan semangat untuk terus berusaha yang terbaik dalam hal apapun.

Lihat saja, orang-orang yang kita pernah sebut dia “orang hebat” cek saja, dibaliknya proses apa saja yang pernah dia lalui sehingga dia bisa seperti itu dan apa yang membuat dia menjadi seseorang yang mungkin orang bilang “sukses”.  pasti, dibaliknya ada proses yang tidak mudah. namun dia terus mencoba melakukannya yang terbaik.

Apakah dia pernah bersedih ? mungkin itu adalah temannya, tapi dia terus memotivasi dirinya agar bagaimana dia terus semangat, itulah yang disebut menjaga semangat.

Entahlah…

Aku pernah mengalami, ketika tak ada lagi semangat yang aku miliki, pernah sampai 0. sama sekali tidak ada motivasi lagi, karena tak ada hal yang bisa kusebut “alasan”. bahkan alasan yang aku sebut “alasan” itu juga tidak ada lagi.

Seperti halnya tanpa pijakan, ketika dalam hal seperti itu aku ingat beberapa hal. salah satunya adalah kembali ke Allah, minta ke Allah, curhat ke Allah dan percaya Allah akan memberikan jalan keluarnya.

“Jika kita dalam kesulitan Allah tidak memerintahkan kita untuk memikirkan sampai penat, namun Allah memerintahkan kita untuk sabar dan sholat” .

Bukankah itu yang selalu jadi pegangan untuk mendamaikan hati kita, lagi-lagi agama adalah pendamai hati dan sebaik-baiknya nasehat.

Sampai suatu ketika, saya dalam fase penuh khawatir dan sedang mengikuti suatu kompetisi. bukan hal yang mudah menurutku karena setiap orang punya kemampuan berbeda-beda.

Urusan kantor yang belum selesai, disaat kondisi finansial sedang sulit, ditambah lagi urusan hati yang sedang dalam kondisi kritis. aku menyebutnya ini kondisi titik 0 dalam kondisiku, hanya iman yang bisa jadi teman saat kekawatiran, bukan orang ahli ibadah, namun hati berkata, Ya Tuhanku, berikanlah aku semangat.. aku hanya ingin menjadi seseorang yang bermanfaat dengan ini. kebetulan saya sedang mengusahakan bagaimana membuat suatu sistem untuk para pelaku pekerja usaha kecil bisa terbantu dengan internet.

ya, saya terlalu banyak membaca novel, yang semua ceritanya harus inspiratif dll, seperti sebuah dongeng. nyatanya untuk membuat hal itu juga tidaklah mudah. tidaklah mungkin membuat suatu perubahan masal dalam satu waktu.

Semua hal tentang ego “bagaimana saya bisa menjadi orang bermanfaat” terus membayangi hati saya. semua proses yang berujung pada penolakan dari satu pintu kepintu lainnya membuat saya putus asa. lelah, capek dan ingin menyerah. rasanya, ingin bermanfaat saya kenapa harus sesusah ini, kenapa harus melakukan ini ? kenapa harus mencoba ini dan itu ? semua pertanyaan itu kembali pada diri saya.

Karena saya pernah mencoba dan gagal, mencoba dan gagal, berkali-kali. memang semua itu memberikan pelajaran sehingga saya rasa itu lebih baik.

sampai suatu ketika, banyak orang pergi meninggalkanku. dulu ketika kita sama-sama dalam kondisi diatas dan mungkin sedang enak, semua bangga untuk melakukan semua hal, seolah kita ingin melakukan perubahan untuk indonesia, setiap malam diskusi kita bermanfaat dan inspiratif.

sampai suatu ketika, kita gagal. dan dalam kondisi sulit, masing-masing memilih pergi dan tidak ingin meneruskan apa yang sedang dibangun bersama-sama. alasan terbaik adalah “uang”. tak ada yang bertahan untuk terus berbuat baik jika tanpa uang, ya wajar. siapa yang mau kerja tanpa imbalan.

Semua pergi, orang-orang dulu yang bersama menemani dan mau bersama-sama menyemangati sekarang memilih untuk sendiri. aku merasa gagal, gagal untuk mempertahankan mereka yang pergi, aku evaluasi diri.

Semua hal itu aku lalui kusebut itu proses pembelajaran berarti, semua patah dan terpatahkan, mimpi dan persahabatan yang renggang karena suatu hal yang pernah dibangun bersama tidak bisa bersama lagi karena tidak berhasil. satu pelajaran berharga yang aku catat adalah “hati-hati berbisnis dengan teman” kecuali kita mengenalnya sudah lama.

Kusebut itu kegagalan, cukup memusingkan. tapi tak apa, setidaknya saya telah mencoba. ketika gagal itu aku merugi jutaan rupiah hilang. semua dana habis dan tidak balik modal. namun disitu, alhamdulillah, aku masih memiliki pekerjaan bulanan yang menjadi tempat untuk mencari makan.

Namun begitu, saya sendiri yang menanggung semua kegagalan itu, termasuk kerugian materi dan moril itu. semua hal itu membuat hilangnya semangat, rasanya ingin menyelesaikan semua dan mulai dari 0 lagi. kerugian itu, tentunya tidak langsung bisa dipulihkan dalam sekejap karena aku bukan orang kaya.

Aku hanya anak desa yang mencoba kekota untuk mencoba bermanfaat untuk orang lain dengan mimpi yang saya punya. agak absurd. 

Berbulan-bulan mencoba menyembuhkan mimpi itu sendiri, yang saat itu juga sedang bekerja, skripsi dan juga mengerjakan project untuk membantu keuangan kuliah. yang aku punya hanya semangat, meskipun sedikit mencoba menjaganya.

Ah… saya tidak mau mendramatisir. hihihi

Aku tahu, semangat itu tidak bisa bertahan lama. karena aku bekerja sebagai seseorang yang menyemangati orang lain, setiap pagi aku mencoba menyemangati orang lain, tanpa aku berpikir bahwa, aku harus lebih bersemangat dimalam harinya. sampai suatu ketika aku merasa capek, karena aku lupa bahwa aku luka. dan sebenarnya aku yang lebih layak membutuhkan semangat itu daripada aku menyemangati orang lain, tapi aku harus profesional. ah… lagi-lagi kedok profesional.

Sampai suatu ketika, aku dalam kondisi drop. dan kehilangan semangat.

Barusaja patah dan lelah, disaat itu aku membutuhkan banyak semangat untuk mengikuti lomba nasional, lomba tentang ide dan inovasi indonesia. ya, aku masuk 10 besar untuk itu.

Ya, banyak orang berkata kamu keren, kamu sukses sekarang dll. tanpa mereka tahu bahwa. aku sedang dalam khawatir, mampukah aku mengikuti ini, sedang aku tahu aku butuh istirahat diri.

Aku mencoba mencari-cari semangat lagi, darimana saja, karena apa ? karena orang-orang yang dulu menyemangatiku sudah pergi. dan aku harus mencari semangat entah darimanapun.

Sampai suatu ketika…

Aku berdoa, dalam kekhawatiranku, Ya Allah aku minta semangat, satu kali ini saja.

Beberapa waktu kemudian, aku menemukan semangat itu, pada seseorang yang datang entah darimana, semangat itu datang begitu saja. aku merasa mungkin ini jawaban doaku, sampai aku mulai untuk semangat, aku berlari terus.. semangat itu terus mengiringi, aku coba terus berlari… aku tambah lagi sampai aku lari sekuat, sebisa mungkin tanpa aku hiraukan kakiku sudah berdarah..

Tapi, aku percaya…semangat itu.. mendorongku untuk berani, mendorongku untuk terus maju, sampai akhirnya aku sampai pada tujuanku.

Dan ketika semua itu telah selesai, aku kesakitan, seolah beberapa waktu lalu aku bukan diriku. tak sekuat itu untuk saat ini.. tapi semangat itu, mengubahku.

Darisitulah aku percaya, pentingnya untuk menjaga semangat.. darimanapun, siapapun semangat adalah modal utama untuk berkarya. tanpa itu kita akan kehilangan motivasi untuk melakukan suatu perubahan.

Aku sangat berterimakasih kepada Tuhan dan orang itu, meminjamkan semangatnya untuk sampai waktu itu. aku sebut semua hal itu sudah Allah gariskan dan tentukan bagaimana alurnya, semangat itu harapan untuk terus berbuat baik kepada orang lain.

Entahlah… aku hanya mencoba belajar menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. semoga istiqomah..

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s